Pekan Apresiasi Seni

 

    Pada hari Sabtu, 7 September 2024 kami mengikuti kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Bidang Kesenian setiap akhir pekan tepatnya hari sabtu, dimana kegiatan ini bernama Pekan Apresiasi Seni. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan berbagai pihak memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau Bung Karno Sukasada dengan kembali mengadakan program Pekan Apresiasi Seni.

    Seperti namanya, Pekan Apresiasi Seni yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu itu, berupaya melestarikan seni tradisi, adat, dan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng. Artinya, seluruh sanggar dan komunitas seni di Buleleng memiliki kesempatan untuk tampil setiap minggu, secara bergantian.

    Pekan Apresiasi Seni (PAS) adalah kegiatan yang mengapresiasi seni dan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat seninya. Apresiasi seni adalah proses penilaian atau penghargaan terhadap sebuah karya seni yang dapat dilakukan oleh siapapun yang menikmati suatu seni, terlepas dari latar belakang pendidikannya. Dan tujuan dari Pekan Apresiasi Seni ini pertama bisa mendapatkan pengalaman estetis, yaitu penikmatan seni yang terarah, sadar, dan bertujuan akan menghasilkan pengalaman tersebut. Kedua menjadikan masyarakat atau siswa ‘melek seni’ sehingga dapat menerima seni sebagaimana mestinya. Ketiga memperkenalkan siswa terhadap seni dan mampu memahami nilai-nilai serta aturan dalam kehidupan budayanya. Apresiasi seni ini untuk membuka kesempatan para generasi muda di Kabupaten Buleleng untuk berani tampil sekaligus mengasah bakat seninya sehingga bakat yang terpendam bisa dituangkan pada fasilitas yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan kegiatan ini juga untuk mengapresiasi para pelaku seni di Kabupaten Buleleng.

foto bersama kepala bidang kesenian sekaligus mentor

    Sebelumnya kami diinformasikan pada hari Jumat, 6 September selepas senam untuk datang pada keesokan harinya (Sabtu) pukul 16.30 di RTH Taman Bung Karno yang terletak di Sukasada. Disanalah tempat biasa menampilkan acara kesenian akhir pekan yang diselenggarakan oleh disbud Buleleng. 2 orang rekan kami bertugas membawakan acara tersebut yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 20.40. 

    Yang pada malam ini menampilkan Sanggar Tari Kusuma Dewi yang berasal dari Desa Bungkulan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng yang bekerjasama dengan Sekaa Gong Praja Gurnita milik Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.

foto bersama Sangga Tari Kusuma Dewi

Sanggar ini menampilkan 5 tarian kreasi yaitu dimulai dengan gamelan gong pembuka lalu, dilanjutkan tari-tarian yaitu

1. Tari Puspawresti merupakan tari penyambutan yang terinspirasi dari tarian pependetan. 

2. Tari Gerumbungan merupakan sebuah garapan tari yang menggambarkan seorang petani yang sedang membajak atau Menggala di sawah yang biasanya orang Buleleng menyebutnya Magerumbungan.

3. Tari Wirayuda merupakan tari yang bertemakan peperangan dan menunjukkan kegagahan sosok laki laki prajurit kerajaan.

4. Tari Manik Samudra merupakan sebuah karya kreasi penyambutan, yang menggambarkan kekayaan/sesuatu hal berharga yang ada di samudra

5. Tari Kreasi Nusantara merupakan gabungan dari beberapa tari tradisional berbagai penjuru Indonesia yang gerak gerik tarinya bisa dikembangkan tanpa menghilangkan ciri khas dari tari tradisional tersebut.

Acara selesai tepat pada pukul 21.00 setelah acara sesi foto bersama seluruh penari dari Sanggar Tari Kusuma Dewi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng

Kegiatan Apel Krida : Pembersihan Sungai Banyumala

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Bidang Kesenian